Dari keluarga sederhana di Pasuruan hingga membangun kemandirian ekonomi umat di Bojonegoro.
Lahir pada 24 November 1974 di Desa Sengkan, Pasuruan. Tumbuh di tengah keluarga sederhana dari pasangan Bapak Da'i (buruh pabrik) dan Ibu Siti Aminah.
Mulai menghafal Al-Quran sejak kelas 4 SD di bawah bimbingan KH. Dzulhilmi Ghozali Al-Hafiz di Pondok Pesantren Al Mas’udi.
Melanjutkan kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya (Fakultas Syariah). Aktif memperdalam Bahasa Arab di Madrasatul Alsun.
Mendirikan LPDU untuk kesejahteraan guru ngaji dan PGTPQ gratis selama satu tahun untuk mencetak pengajar Qurani berkualitas.
Resmi berdiri dengan 67 anggota dan modal 67 juta. Menjadi tonggak kemandirian ekonomi MWC NU Ngasem.
Mendirikan YAHQI yang menaungi Pesantren Hafizh Quran, IHS, Toko Santri, hingga 9 Bahasa Internasional.
Peresmian Gedung Pusat BMT NU Ngasem seluas 4000m² oleh Sekretaris Kementerian Koperasi sebagai pusat Holding Koperasi.
Target besar memiliki lebih dari 100 cabang dengan aset melebihi 1 Triliun Rupiah demi pemberdayaan nyata warga Nahdliyin.